Wednesday, January 14, 2015

Asuhan Keperawatan Hiperemesis Gravidarum


MAKALAH
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM

 


Dosen Pembimbing:
Ns. Giat Wantoro, S. Kep
Disusun oleh Kelompok II:

Agustian                              2012 21 039
Rahmad Zikri                       2012 21 043
Desi Mustika Wati               2012 21 045
Anna Lutfiana                     2012 21 051
Lusi Dinasari                        2012 21 055
Muldi Hamzah                     2012 21 057
Elien Jisca                            2012 21 059
M. Afandi                            2012 21 061
Najwa                                  2012 21 063
Ekky Herian                         2012 21 065
Dwi Larasati                        2012 21 067
Fredy                                   2012 21 069
Imelia                                   2012 21 073
Purnama Marga Ningsih      2012 21 077
Yulianti                                2012 21 081
Dwi Noviyanti                     2012 21 083
Jocko Try Anggoro              2012 21 085

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BAITURRAHIM JAMBI
PRODI S1 KEPERAWATAN
JAMBI, 2014
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji dan syukur kami ucapkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala hikmat yang diberikan-Nya, sehingga makalah ini dapat kami selesaikan.
Makalah ini kami susun untuk memenuhi tugas bidang studi Keperawatan Sistem Reproduksi Tahun Ajaran 2013/2014 di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim Jambi. Kami berharap semoga Makalah ini mampu memberi ilmu pengetahuan bagi kami dan pembaca.
Kami senantiasa mengharapkan masukan dan saran demi penyempurnaan makalah ini. Semoga Makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua, Amin.
  

i
 

Jambi, 17 November 2014



Kelompok II





ii
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR          .................................................................                   i
DAFTAR ISI                         .................................................................                  ii
BAB I PENDAHULUAN    .................................................................                  1
1.1    Latar Belakang           .................................................................                  1
1.2    Rumusan Masalah      .................................................................                  1
1.3    Tujuan                         .................................................................                  1
BAB II TINJAUAN PUSTAKA...........................................................                  3
2.1    Pengertian                   .................................................................                  3
2.2    Etiologi                       .................................................................                  3
2.3    Patofisiologi               .................................................................                  5
2.4    Manifestasi Klinik      .................................................................                  8
2.5    Pemeriksaan Penunjang...............................................................                  8
2.6    Penatalaksanaan         .................................................................                  9
2.7    Pencegahan                 .................................................................                  9
BAB III ASUHAN KEPERAWATAN................................................                10
3.1    Pengkajian                  .................................................................                10
3.2    Diagnosa Keperawatan................................................................                11
3.3    Nursing Care Plan (NCP)............................................................                12
3.4    Implementasi              .................................................................                13
3.5    Evaluasi                      .................................................................                13
BAB IV PENUTUP              .................................................................                15
4.1    Kesimpulan                 .................................................................                15
DAFTAR PUSTAKA           .................................................................                16






1
BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Mual dan muntah pada kehamilan umumnya disebut morning sickness, dialami oleh sekitar 70-80% wanita hamil dan merupkan fenomena yang sering terjadi pada umur kehamilan 5-12 minggu (Edelman, 2004; Quinland, 2005).
Bila keadaan mual dan muntah yang semakin berat dan tidak tertanggulangi, maka disebut hiperemesis gravidarum.
Makalah ini membahas tentang teori dari hiperemesis gravidarum dan asuhan keperawatannya.

1.2    Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas, maka rumusan masalah yang kami ambil adalah:
1.    Jelaskan pengertian Hiperemesis Gravidarum?
2.    Apa saja etiologi Hiperemesis Gravidarum?
3.    Bagaimana patofisiologi Hiperemesis Gravidarum?
4.    Bagaimana manifestasi klinis Hiperemesis Gravidarum?
5.    Apa pemeriksaan penunjang yang dilakukan untuk Hiperemesis Gravidarum?
6.    Bagaimana penatalaksanaan Hiperemesis Gravidarum?
7.    Bagaimana pencegahan Hiperemesis Gravidarum?
8.    Bagaimana asuhan keperawatan Hiperemesis Gravidarum?

1.3    Tujuan
Umum:
Mahasiswa mampu memahami secara garis besar mengenai Hiperemesis Gravidarum.
Khusus:
1.    Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian Hiperemesis Gravidarum.
2.   
2
Mahasiswa mengetahui etiologi Hiperemesis Gravidarum.
3.    Mahasiswa mengetahui patofisiologi Hiperemesis Gravidarum.
4.    Mahasiswa mengetahui manifestasi klinis Hiperemesis Gravidarum.
5.    Mahasiswa mengetahui pemeriksaan penunjang yang dilakukan pada Hiperemesis Gravidarum.
6.    Mahasiswa mengetahui pentalaksanaan untuk Hiperemesis Gravidarum.
7.    Mahasiswa mengetahui pencegahan untuk Hiperemesis Gravidarum.
8.    Mahasiwa mengetahui asuhan keperawatan Hiperemesis Gravidarum.


3
ii
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1    Pengertian
·           Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah yang berlebihan yang terjadi pada wanita hamil sehingga menyebabkan terjadimya ketidakseimbangan kadar elektrolit, penurunan berat badan (lebih dari 5% berat badan awal), dehidrasi, ketosis, dan kekurangan nutrisi (Sherwan, 1999; Old, 2000; Micheline, 2004; Edelman, 2004; Pawii, et al., 2005).
(Runiari. N, 2010)
·           Hiperemesis Gravidarum adalah mual dan muntah berlebihan pada wanita hamil sampai mengganggu pekerjaan sehari-hari karena pada umumnya menjadi buruk karena terjadi dehidrasi (Rustam Mochtar, 1998).
·           Hiperemesis Gravidarum (vomitus yang merusak dalam kehamilan) adalah nousea dan vomitus dalam kehamilan yang berkembang sedemikian luas sehingga menjadi efek sistemik, dehidrasi dan penurunan berat badan (Ben-Zion, MD, hal: 232).
·           Hiperemesis Gravidarum diartikan sebagai muntah yang terjadi secara berlebihan selama kehamilan (Hellen Farrer, 1999, hal: 112).

2.2    Etiologi dan Faktor Predisposisi
Etiologi hiperemesis gravidarum belum diketahui dengan pasti. Ada beberapa teori menjelaskan terjadinya hiperemesis gravidarum, namun tak ada satupun yang dapat menjelaskan proses terjadinya secara tepat (Simpson, et al., 2001). Teori tersebut antara lain Teori Endokrin, Teori Metabolik, Teori Alergi, Teori Infeksi, dan Teori Psikosomatik (Family Nurse Practitioner Program, 2002; Tiran, 2004).
4
Teori endokrin menyatakan bahwa peningkatan kadar progesterone, estrogen, dan human Chorionic Gonadotropin (hCG) dapat menjadi faktor pencetus mual dan muntah. Peningkatan hormon progesteron menyebabkan otot polos pada sistem gastrointestinal mengalami relaksasi, hal itu mengakibatkan penurunan motilitas lambung sehingga pengosongan lambung melambat.
Teori metabolik menyatakan bahwa kekurangan vitamin B6 dapat mengakibatkan mual dan muntah pada kehamilan. Adanya histamine sebagai pemicu dari mual dan muntah mendukung ditegakkannya teori alergi sebagai etiologi hiperemesis gravidarum. Lebih jauh, mual dan muntah berlebihan juga terjadi pada klien yang sangat sensitive terhadap sekresi dari korpus luteum (Snell, 1998; Kuscu & Koyuncu, 2002; Verberg, et al., 2006).
Teori psikosomatik, hiperemesis gravidarum merupakan keadaan gangguan psikologis yang dirubah dalam bentuk gejala fisik (Simpson, 2002; Michelini, 2004). Kehamilan yang tidak direncanakan dan tidak diinginkan serta tekanan pekerjaan dan pendapatan menyebabkan terjadinya perasaan berduka, ambivalen, serta konflik; dan hal tersebut dapat menjadi faktor psikologis penyebab hiperemesis gravidarum (Verberg, et al., 2005).
Leeners dan Sauer (2000) menytakan bahwa faktor psikologis sangat kuat terlibat sebagai etiologi hiperemesis gravidarum dan dampaknya tidak lama dan beratnya gejala, namun juga menimbulkan resisten terhadap pengobatan yang diberikan.
Tiran (2004) menyatakan bahwa faktor budaya yang merupakan hal penitng adalah berkaitan dengan pemilihan jenis makanan yang akan dikonsumsi.







2.3    Patofisiologi
Patofisiologi hiperemesis gravidarum masih belum jelas (Meltzer, 2000; Neill & Nelson, 2003, Edelman, 2004); namun peningkatan kadar progesterone, estrogen, dan human chorionic gonadotropin (hCG) dapat menjadi faktor pencetus mual dan mundah. Peningkatan hormone progesterone menyebabkan otot polos pada sistem gastrointestinal mengalami relaksasi sehingga motilitas lambung menurun dan pengosongan lambung melambat. Refluks esofagus penurunan motilitas lambung, dan penurunan sekresi asam hidroklorid juga berkontribusi terhadap terjadinya mual dan muntah. Hal ini diperberat dengan adanya penyebab lain berkaitan dengan faktor psikologis, spiritual, lingkungan, dan sosiokultural.
6
Kekurangan intake dan kehilangan cairan karena muntah menyebabkan dehidrasi, sehingga cairan ekstraseluler dan plasma berkurang. Natrium dan klorida dalam darah maupun dalam urin turun, selain itu dehidrasi menyebabkan hemokonsentrasi sehingga menyebabkan aliran darah ke jaringan berkurang. Kekurangan kalium sebagai akibat dari muntah dan bertambahnya ekskresi lewat ginjal berakibat frekuensi muntah bertambah banyak, sehingga dapat merusak hati.
Pada beberapa kasus berat, perubahan yang terjadi berhubungan dengan malnutrisi dan dehidrasi yang menyebabkan terdapatnya nonprotein nitrogen, asam urat, urea, dan penurunan klorida dalam darah. Kekurangan vitamin B1, B6, dan B12 mengakibatkan terjadinya neuropati perifer dan anemia; bahkan pada kasus berat kekurangan vitamin B1  dapat mengakibatkan terjadinya wernicke enchelopati (Manuaba, 2001: Kuscu & Koyancu, 2002; Neill & Nelson, 2003).
(Runiari. N, 2010)


(Runiari. N, 2010)
2.4    Manifestasi Klinik
8
Menurut berat ringannya gejala, hperemesis gravidarum dapat dibagi dalam tiga tingkatan (Manuaba, 2001; Winkjosastro, 2005).
a.    Tingkat I
Muntah terus-menerus yang mempengaruhi keadaan umum. Pada tingkatan ini klien merasa lemah, nafsu makan tidak ada, berat badan menurun dan nyeri pada epigastrium. Nadi meningkat sekitar 100x/menit, tekanan darah sistol menurun, dapat disertai peningkatan suhu tubuh, turgor kulit berkurang, lidah kering, dan mata cekung.
b.    Tingkat II
Klien tampak lebih lemah dan apatis, turgor kulit lebih menurun, lidah kering dan tampak kotor, nadi kecil dan cepat, tekanan darah turun, sehu kadang-kadang naik, hemokonsentrasi, oliguria, dan konstipasi.
c.    Tingkat III
Keadaan umum lebih parah, muntah berhenti, kesadaran menurun dari somnolen sampai koma, nadi kecil dan cepat, tekanan darah menurun, serta suhu meningkat. Komplikasi fatal terjadi pada susunan saraf yang dikenal sebagai wernicke ensefalopati. Gejala yang dapat timbul seperti nistagmus, zat makanan, termasuk vitamin B kompleks. Timbulnya ikterus menunjukkan terjadinya payah hati. Pada tingkatan ini juga terjadi perdarahan dari esophagus, lambung dan retina.
(Runiari. N, 2010)

2.5    Pemeriksaan Penunjang
a.    Urinalisis untuk menentukan adanya infeksi dan/atau dehidrasi meliputi pemeriksaan keton, albumin, dan berat jenis urin.
b.    Kadar hemoglobin (Hb) dan hematokrit (Ht).
c.    Pemeriksaan elektrolit jika terjadi dehidrasi dan diduga terjadi muntah berlebihan meliputi pemeriksaan natrium, kalium, klorida, dan protein.
d.   Pemeriksaan Blood Urea Nitrogen (BUN), nonprotein nitrogen, dan kadar asam.
e.   
9
Tiroid Stimulating Hormon (TSH) untuk menentukan penyakit pada tiroid.
f.     CBC, amilase, lipase, keadaan hati atau jika diduga terjadi infeksi sebagai penyebab.
g.    Foto abdomen jika ada indikasi gangguan abdomen akut.
h.    Kadar hCG jika diduga kehamilan multiple atau mola hidatiformis.
(Runiari. N, 2010)

2.6    Penatalaksanaan
Penatalaksanaan mual dan muntah pada kehamilan tergantung pada beratnya gejala. Pengobatan dilakukan mulai dari yang paling ringan dengan perubahan diet sampai pendekatan dengan pengobatan antiemetik, rawat inap, atau pemberian nutrisi parenteral. Pengobatan terdiri atas terapi secara farmakologi dan nonfarmakologi. Terapi farmakologi dilakukan dengan pemberian antiemetik, antihistamin, antikolinergik, dan kortikosteroid. Terapi nonfarmakologi dilakukan dengan cara pemberian diet, dukungan emosional, akupuntur, dan jahe (Quinland, et al., 2005).
(Runiari. N, 2010)

2.7    Pencegahan
·       Pencegahan hiperemesis gravidarum perlu dilaksanakan dengan jalan memberikan penerapan tentang kehamilan dan persalinan sebagai suatu proses yang fisiologik, memberikan keyakinan bahwa mual dan kadang-kadang muntah merupakan gejala yang fisiologik pada kehamilan muda dan akan hilang setelah kehamilan 4 bulan, mengajurkan mengubah makan sehari-hari dengan makanan dalam jumlah kecil tetapi lebih sering.
·       Waktu bangun pagi jangan segera turun dari tempat tidur, tetapi dianjurkan untuk makan roti kering atau biskuit dengan teh hangat.
·       Makanan yang berminyak dan berbau lemak sebaiknya dihindarkan.
·       Makanan dan minuman sebaiknya disajikan dalam keadaan panas atau sangat dingin.
10
BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN

3.1    Pengkajian
1.    Pengkajian Data Subjektif
a.    Riwayat kehamilan saat ini meliputi ada tidaknya gemeli, riwayat pemeriksaan antenatal dan komplikasi.
b.    Riwayat diet, khususnya intake cairan.
c.    Pengobatan yang didapat saat ini.
d.   Riwayat pembedahan khususnya pembedahan pada umumnya.
e.    Riwayat medis sebelumnya seperti riwayat penyakit obstetri dan ginekologi, kolelitiasis atau gangguan abdomen lainnya, gangguan tiroid, dan ada tidaknya depresi.
f.     Riwayat sosial seperti terpapar penyakit yang mengganggu komunikasi, terpapar dengan lingkungan, tercapainya pelayanan antenatal, peran, tanggung jawab, pekerjaan, ketidakhadiran di tempat bekerja, perubahan status kesehatan atau stresor kehamilan, respons anggota keluarga yang dapat bervariasi terhadap hospitalisasi dan kondisi sakit, serta seistem pendukung.
g.    Integritas ego seperti konflik interpersonal keluarga, kesulitan ekonomi, perubahan persepsi tentang kondisi, dan kehamilan yang tidak direncanakan.
h.    Riwayat penyakit sebelumnya meliputi awal kejadian dan lamanya. Jika mengalami muntah, kaji warna, volume, frekuensi, dan kualitasnya. Kaji juga faktor yang memperberat dan memperingan keadaan, serta pengobatan yang dilakukan baik di fasilitas kesehatan atau pengobatan di rumah.
i.      Gejala-gejala lain seperti bersendawa atau flatus, diare atau konstipasi, serta nyeri pada abdomen. Riwayat nyeri abdomen meliputi lokasi, derajat, kualitas, radiasi, serta faktor yang memperingan dan memperberat nyeri.
j.     
11
Pengkajian lain dapat dilakukan dengan menggunakan Rhodes Index of Nausea and Vomiting yang terdiri atas 8 pertanyaan untuk mengkaji frekuensi dan beratnya mual dan muntah. Instrument ini telah di teliti valid dan reliabel oleh Family Nurse Practitioner program, School of Nursing, University of Texas at Austin.
(Runiari. N, 2010)

2.    Pengkajian Data Objektif
a.    TTV: ada tidaknya demam, takikardi, hipotensi, frekuensi nafas meningkat, adanya nafas bau aseton
b.    Status Gizi: Berat Badan meningkat/menurun
c.    Status Kardiovaskuler: kualitas nadi, takikardi, hipotensi
d.   Status Hidrasi: Turgor kulit, keadaan membrane mukosa, oliguria
e.    Keadaan Abdomen: Suara Abdomen, adanya nyeri lepas/tekan, adanya distensi, adanya hepatosplenomegali, tanda Murpy.
f.     Genitourinaria: nyeri kostovertebral dan suprapubik
g.    Status Eliminasi: Perubahan konstipasi feses, konstipasi dan perubahan frekuensi berkemih
h.    Keadaan janin: Pemeriksaan DJJ, TFU, dan perkembangan janin (apakah sesuai dengan usia kehamilan)

3.2    Diagnosa Keperawatan
1.         Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual dan muntah.
2.         Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan.
3.         Kekurangan volume cairan b/d kehilangan volume cairan aktif (mual dan muntah berlebihan)
4.         Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan penurunan energi dan kelelahan.

3.3   
12
Nursing Care Plan
No
Dx. Keperawatan
NOC
NIC
Aktivitas
1
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d mual dan muntah
Memperlihatkan Status Gizi: Asupan Gizi yang dibuktikan pasien dapat makan seperti biasanya
• Mual / Muntah
• identifikasi faktor pencetus Mual dan Muntah
• catat warna, jumlah, dan frekuensi muntah
• minimalkan faktor yang dapat menyebabkan mual dan muntah
• instruksikan pasien agar menarik napas dalam, perlahan dan menelan secara sadar
Kolaborasi:
• berikan obat antiemetik sebelum makan atau sesuai jadwal yang di anjurkan
• Manajemen Nutrisi
• pantau kandungan nutrisi dan kalori pada catatan asupan
• berikan pasien minuman dan kudapan bergizi, tinggi protein, tinggi kalori
2
Intoleransi aktivitas b/d kelemahan
Menunjukkan toleransi aktivitas dibuktikan pasien dapat melakukan kegiatan seperti biasa.
• Manajemen Energi
• tentukan penyebab keletihan
• pantau asupan nutrisi untuk menentukan sumber energi yang adekuat
3
Kekurangan volume cairan b/d kehilangan volume cairan aktif (mual dan muntah berlebihan)
Kekurangan volume cairan akan teratasi dibuktikan keseimbangan air dalam kompartemen intrasel dan ekstrasel tubuh
• Manejemen Cairan
• pantau status hidrasi
• tingkatkan asupan oral
Kolaborasi:
• berikan terapi IV, sesuai program

4
Ketidakefektifan pola napas b/d penurunan energi dan kelelahan
Menunjukkan pola pernapasan efektif, yang dibuktikan pergerakan udara ke dalam dan ke luar paru tidak terganggu
• Pemantauan Pernapasan
• pantau kecepatan, irama, kedalaman, dan upaya pernapasan
• pantau pola pernapasan
• pantau pergerakan dada
• auskultasi suara napas

(Wilkinson. J.M, dan Ahern. N.R, 2011)

3.4    Implementasi/Pelaksanaan
13
Pelaksanaan adalah inisiatf dari rencana tindakan untuk mencapai tujuan yang spesifik. Tahap pelaksanaan dimulai setelah rencana tindakan disusun dan ditujukan pada nursing orders untuk membantu klien mencapai tujuan yang diharapkan. Oleh karena itu rencana tindakan yang spesifik dilaksanakan untuk memodifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi masalah kesehatan klien (Nursalam, 2001).
(Runiari. N, 2010)

3.5    Evaluasi
Hal-hal yang perlu dievaluasi pada asuhan keperawatan klien dengan hiperemesis gravidarum.
1.         Keseimbangan cairan dan elektrolit.
a.    Turgor kulit.
b.    Membrane mukosa.
c.   
14
Berat badan sesuai dengan umur kehamilan.
d.   Tanda-tanda vital.
e.    Pemeriksaan laboratorium: elektrolit serum, Hb dan Ht, serta berat jenis urine.
2.         Frekuensi dan beratnya muntah.
3.         Intake oral.
4.         Kemampuan dalam beraktifitas.

BAB IV
PENUTUP
15
 

4.1    Kesimpulan
Hiperemesis gravidarum adalah mual muntah yang berlebihan pada wanita hamil yang penyebabnya belum diketahui pasti. Namum ada beberapa faktor predisposisi terjadinya hiperemesis gravidarum pada wanita hamil. Faktor predisposisi antara lain faktor fisiologi, faktor lingkungan, faktor psikospiritual, dan faktor sosiokultural.
Hiperemesis gravidarum dibagi menjadi 3 berdasarkan dari tingkatan tanda dan gejalanya.
Pemeriksaan lanjutan untuk huiperemesis gravidarum antara lain: urinalisis, kadar Hb dan Ht, pemeriksaan elektrolit, pemeriksaan BUN, TSH, CBB, amilase, lipse, keadaan hati, foto abdomen dan kadar hCG.
Penatalaksanaan mual dan muntah pada wanita hamil tergantung berat ringannya gejala.
Salah satu pencegahan agar tidak terjadinya hiperemesis gravidarum pada wanita hamil adalah makanan dan minuman sebaiknya disajikan dalam keadaan panas atau sangat dingin.



16
DAFTAR PUSTAKA

Runiari. N, 2010, Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Hiperemesis Gravidarum: Penerapan Konsep dan Teori Keperawatan, Jakarta: Salemba Medika
Wilkinson. J.M, dan Ahern. N.R, 2011, Buku Saku Diagnosis Keperawatan : diagnosis NANDA, intervensi NIC, kriteria hasil NOC, ahli bahasa Esty Wahyuningsih, Jakarta: EGC
http://fajrucmedicine.blogspot.com/2013/02/hiperemesis-gravidarum.html posted by fajrucmedicine at Friday, February 1st, 2003
http://binbask.blogspot.com/2013/01/askep-hiperemesis-gravidarum.html posted by Bintang Baskoro at Sunday, Januari 13th, 2013

1 comment: